Jumat, 06 Agustus 2021

qwsdad

Politik Untuk Kemanusiaan

BAGIAN I

Politik adalah ‘Cinta,’ iya cinta, karena cinta mengambil segalanya, karena cinta melupakan segalanya, karena cinta mampu berbuat sesuatu yang ‘tidak ada’ menjadi ‘ada.’ yang korelasinya dengan politik, terkadang politik membuat lupa seseorang siapa jati diri sebenarnya, sudah punya jabatan dan harta yang berlimpah. Namun masih saja ‘serakah’ dengan mengambil hak-hak rakyat hingga lupa akan sebuah amanah yang diembannya.

Tak hanya ‘Cinta’ yang dapat mempengaruhi kinerja politik, namun ucapan, dan moral dapat mempengaruhi kinerja politik setiap manusia yangmenjalani unsur siyasah tersebut. Terkait dengan moral, di negeri ini pun sudah sangat dalam kondisi ‘stadium 4’ atau bahkan ‘kritis.’ Iya kritis, bayangkan saja mulai dari anak SD sudah mendapatkan pelecehan seksual, itu pun di tempat yang berpendidikan, di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi ajang tempat mencari ilmu, mengenal jati diri, serta menggali potensi. namun sekarang semuanya berubah, berubah menjadi tempat yang mengkhawatirkan bagi sebagian orang tua. Yang fenomena itu semua bermuara pada satu unsur sifat kehidupan yakni, sifat moral.

 Demikian halnya moral sangat penting bagi lini di setiap kehidupan manusia di muka bumi. Terkait dengan moral, Tamsil Linrung dalam bukunya “Poltik untuk Kemanusiaan” di bagian I dengan point Penguatan Dimensi Moral, menyatakan politik dalam islam memiliki dimensi moral yang sangat kuat. Di dalam buku tersebut, Politikus yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI mengutip perkataan Ibnu Taimiyah dan Al-Mawardi, bahwa tindakan politik mesti mendapat legitimasi dari nash atau hukum-hukum agama islam. Oleh karena itulah ada kaidah-kaidah syar’i yang mesti dipenuhi dalam aktivis politik. Ini yang menyebabkan kekuatan moral menjadi pilar utama bagi penyelenggara negara untuk menunjukkan keadilan sehingga rakyat memiliki parameter yang jelas dalam mendukung atau menjadi oposan penguasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Politik Untuk Kemanusiaan BAGIAN I Politik adalah ‘Cinta,’ iya cinta, karena cinta mengambil segalanya, karena cinta melupakan segalanya, ka...